Tools & Environment

Panduan Lengkap Arduino IDE 2.x: Setup, Fitur Baru & Tips

👑 Premium

Tutorial komprehensif Arduino IDE 2.x — dari instalasi lintas platform, konfigurasi Board Manager untuk ESP32/ESP8266/STM32, hingga tips trik produktivitas pengembang IoT

1. Arduino IDE 2.x vs 1.x: Perbandingan Fitur

Arduino IDE telah mengalami evolusi signifikan dari versi 1.x klasik ke versi 2.x yang modern. Arduino IDE 2.x dirilis dengan arsitektur berbasis Eclipse Theia yang menawarkan pengalaman pengembangan jauh lebih baik. Berikut perbandingan lengkap kedua versi tersebut.

Fitur Arduino IDE 1.x Arduino IDE 2.x
Framework UIJava (Processing)Eclipse Theia (TypeScript)
Auto-complete❌ Tidak ada✅ As-you-type + suggestions
Debugging❌ Tidak ada✅ Integrated debugger (JTAG/OpenOCD)
Serial Plotter❌ Tidak ada✅ Real-time plotting
Dark Mode❌ Tema terbatas✅ Built-in dark & light theme
Multiple Sketch Tabs✅ Mendukung✅ Mendukung + improve
Library SearchDasarLebih cepat + filter versi
Sketch Synchronization❌ Tidak ada✅ Arduino Cloud sync
Font RenderingJelek di HiDPI✅ Sharp di HiDPI/Retina
RAM UsageRendah (~300 MB)Lebih tinggi (~500 MB)
OS SupportWindows, Mac, LinuxWindows, Mac, Linux (64-bit)
💡 Tips

Arduino IDE 2.x tidak menghapus versi 1.x. Anda bisa menginstal keduanya secara bersamaan. Namun disarankan beralih ke 2.x karena Arduino secara resmi mengakhiri dukungan penuh untuk versi 1.x di masa depan.

2. Instalasi Arduino IDE 2.x

Arduino IDE 2.x tersedia untuk ketiga sistem operasi utama. Pastikan sistem operasi Anda mendukung arsitektur 64-bit, karena Arduino IDE 2.x tidak lagi menyediakan build untuk 32-bit.

2.1 Instalasi di Windows

  1. Buka browser dan kunjungi https://www.arduino.cc/en/software
  2. Scroll ke bagian "Arduino IDE 2.x" (bukan legacy 1.x)
  3. Klik tombol download untuk Windows Installer (recommended) atau Windows ZIP (portable)
  4. Jalankan installer .exe yang sudah diunduh
  5. Pada wizard instalasi:
    • Accept license agreement
    • Pilih komponen: centang "Install USB driver" (penting untuk deteksi board)
    • Pilih folder instalasi (default: C:\Program Files\Arduino IDE)
    • Centang "Create desktop shortcut"
  6. Klik Install dan tunggu hingga selesai
  7. Buka Arduino IDE 2.x dari desktop shortcut
âš ī¸ Peringatan

Pada beberapa versi Windows, installer mungkin meminta instalasi .NET Desktop Runtime. Izinkan instalasi komponen ini karena Arduino IDE 2.x membutuhkannya untuk berjalan dengan benar.

2.2 Instalasi di macOS

  1. Download file .dmg dari situs Arduino untuk macOS (Intel atau Apple Silicon)
  2. Buka file .dmg yang terunduh
  3. Drag ikon Arduino IDE ke folder Applications
  4. Jika muncul peringatan Gatekeeper, buka System Preferences → Security & Privacy, klik "Open Anyway"
  5. Buka Arduino IDE dari folder Applications
â„šī¸ Catatan Pengguna Mac

Pengguna MacBook dengan chip M1/M2/M3 (Apple Silicon) disarankan menggunakan versi ARM64 untuk performa optimal. Versi Intel juga bisa berjalan via Rosetta 2, namun sedikit lebih lambat saat kompilasi.

2.3 Instalasi di Linux (Ubuntu/Debian)

Ada beberapa metode instalasi di Linux. Berikut yang paling umum:

Metode 1: Download langsung (recommended)

  1. Download file .AppImage dari situs Arduino
  2. Berikan izin eksekusi:
Bash
chmod +x arduino-ide_2.3.2_Linux_64bit.AppImage
./arduino-ide_2.3.2_Linux_64bit.AppImage

Metode 2: Via APT repository

Bash
# Tambahkan repository Arduino
wget https://downloads.arduino.cc/arduino-ide/arduino-ide_2.3.2_Linux_64bit.deb
sudo dpkg -i arduino-ide_2.3.2_Linux_64bit.deb
sudo apt-get install -f  # Install dependencies
💡 Tips untuk Linux

Agar bisa mengakses serial port tanpa sudo, tambahkan user ke grup dialout: sudo usermod -aG dialout $USER. Logout dan login ulang agar efektif. Ini adalah masalah umum yang sering dialami pengguna Linux pemula.

3. Setup Board Manager: ESP32, ESP8266, STM32

Arduino IDE 2.x memiliki fitur Board Manager yang memudahkan instalasi dukungan untuk berbagai mikrokontroler. Secara default, hanya board Arduino resmi (Uno, Mega, Nano) yang tersedia. Anda perlu menambahkan URL board manager untuk board pihak ketiga.

3.1 Menambahkan URL Board Manager

  1. Buka menu File → Preferences (atau tekan Ctrl + ,)
  2. Pada kolom "Additional boards manager URLs", masukkan URL yang diperlukan
  3. Jika ingin menambahkan beberapa URL, pisahkan dengan koma
  4. Klik OK

Berikut URL yang perlu ditambahkan untuk board populer:

URL Board Manager — tambah semua dalam satu kolom
https://raw.githubusercontent.com/espressif/arduino-esp32/gh-pages/package_esp32_index.json
https://arduino.esp8266.com/stable/package_esp8266com_index.json
https://github.com/stm32duino/BoardManagerFiles/raw/main/package_stmicroelectronics_index.json

3.2 Instalasi Board ESP32

  1. Buka Tools → Board → Boards Manager
  2. Ketik "esp32" di kolom pencarian
  3. Pilih "esp32 by Espressif Systems"
  4. Pilih versi terbaru (misal 3.x.x)
  5. Klik Install — proses membutuhkan 200-300 MB dan beberapa menit
  6. Setelah selesai, pilih board dari Tools → Board → esp32 → ESP32 Dev Module
Diagram: Alur Kerja Board Manager
┌──────────────────────────────────────────────────┐
│              Board Manager Flow                   │
│                                                  │
│  Preferences ──â–ē Tambah URL Board Index          │
│       │                                          │
│       â–ŧ                                          │
│  Tools → Board → Board Manager                   │
│       │                                          │
│       â–ŧ                                          │
│  Cari "esp32" / "esp8266" / "stm32"             │
│       │                                          │
│       â–ŧ                                          │
│  Klik Install ──â–ē Download toolchain & core      │
│       │           (~200-300 MB)                  │
│       â–ŧ                                          │
│  Board tersedia di Tools → Board                 │
│       │                                          │
│       â–ŧ                                          │
│  Pilih Board + Port ──â–ē Siap Upload!             │
│                                                  │
└──────────────────────────────────────────────────┘

3.3 Instalasi Board ESP8266

  1. Di Boards Manager, cari "esp8266"
  2. Pilih "esp8266 by ESP8266 Community"
  3. Klik Install
  4. Pilih board dari Tools → Board → esp8266 → NodeMCU 1.0 (ESP-12E Module)

3.4 Instalasi Board STM32

  1. Di Boards Manager, cari "stm32"
  2. Pilih "STM32 MCU based boards by STMicroelectronics"
  3. Klik Install
  4. Pilih board dari Tools → Board → STM32 Arduino → Generic STM32F4 series → STM32F411CEU6 (contoh untuk Black Pill)
â„šī¸ Perbandingan Ukuran Board Package

ESP32 package: ~200-300 MB | ESP8266 package: ~80-100 MB | STM32 package: ~150-200 MB. Pastikan Anda memiliki koneksi internet yang stabil dan ruang disk yang cukup saat menginstal ketiganya.

4. Fitur Baru: Auto-complete, Debugging & Serial Plotter

Arduino IDE 2.x membawa beberapa fitur baru yang sangat membantu produktivitas pengembang. Berikut penjelasan masing-masing fitur.

4.1 Auto-complete (Code Completion)

Fitur auto-complete adalah peningkatan terbesar dari Arduino IDE 2.x. Saat mengetik kode, IDE akan memberikan saran otomatis berdasarkan fungsi, variabel, dan library yang tersedia.

Contoh Auto-complete dalam Aksi
// Saat Anda mengetik "dig", IDE akan menampilkan:
//   digitalWrite()
//   digitalRead()
//   digitalPinToInterrupt()

// Tekan Tab atau Enter untuk menerima suggestion

void setup() {
  pinMode(       // ← IDE menampilkan parameter hints:
                  //   (uint8_t pin, uint8_t mode)
    LED_BUILTIN,  // ← auto-complete untuk konstanta
    OUTPUT        // ← auto-complete untuk konstanta
  );

  Serial.be      // ← IDE menyarankan: begin(), print(), println()
  Serial.begin(115200);
}

void loop() {
  int nilaiAnalog = analogRead(A0);  // ← auto-complete A0
  Serial.println(nilaiAnalog);
  delay(1000);
}

Fitur auto-complete di Arduino IDE 2.x mendukung:

4.2 Integrated Debugger

Arduino IDE 2.x memiliki debugger terintegrasi yang mendukung board dengan kemampuan debug via JTAG atau serial. Fitur ini sangat berguna untuk menemukan bug tanpa harus menambahkan banyak Serial.println().

Langkah menggunakan debugger:

  1. Gunakan board yang mendukung debug (ESP32, Arduino Zero, atau board dengan debugger probe)
  2. Set breakpoint dengan mengklik di sebelah kiri nomor baris
  3. Klik tombol 🔍 Debug (atau tekan Ctrl + Shift + D)
  4. Gunakan controls: Continue, Step Over, Step Into, Step Out, Restart, Stop
  5. Panel Variables dan Watch menampilkan nilai variabel secara real-time
Diagram: Interface Debugger Arduino IDE 2.x
┌─────────────────────────────────────────────────┐
│  Arduino IDE 2.x — Debug Mode                   │
├─────────────────────────────────────────────────┤
│  📄 sketch.ino                                  │
│  ────────────────────────────────────────────── │
│   1  │ void setup() {                          │
│   2  │   Serial.begin(115200);    ◄─ Breakpoint │ ← Klik untuk
│   3  │   for (int i=0; i<5; i++) │              │   set breakpoint
│   4  │     Serial.println(i);                  │
│   5  │ }                                       │
│  ────────────────────────────────────────────── │
│  🔍 â–ļ Continue  ⏭ Step Over  âŦ Step Into      │
│                                                  │
│  đŸ“Ļ Variables          📡 Watch                  │
│  ├─ i = 3              (empty)                   │
│  └─ LED_BUILTIN = 2                              │
└─────────────────────────────────────────────────┘

4.3 Serial Plotter

Serial Plotter adalah fitur visualisasi data real-time yang sangat powerful. Fitur ini mengubah data numerik serial menjadi grafik garis yang diperbarui secara otomatis.

Cara menggunakan Serial Plotter:

  1. Buka Tools → Serial Plotter (atau Ctrl + Shift + L)
  2. Program harus mengirim data numerik melalui Serial.println()
  3. Data akan digambar sebagai grafik garis secara real-time
  4. Bisa menggabungkan beberapa channel dengan memisahkan nilai pakai koma
C++ — serial_plotter_example.ino
// Contoh untuk Serial Plotter
// Kirim data sine wave + noise

void setup() {
  Serial.begin(115200);
}

void loop() {
  static unsigned long t = 0;
  float sineWave = sin(t * 0.05) * 50 + 50;
  float noise = random(-10, 10);
  float output = sineWave + noise;

  // Kirim dua channel dipisah koma
  Serial.print(sineWave);
  Serial.print(",");
  Serial.println(output);

  t++;
  delay(50);
}
💡 Tips Serial Plotter

Untuk memplot beberapa channel sekaligus, kirim nilai dipisah koma dalam satu baris println. Serial Plotter akan otomatis mendeteksi jumlah channel berdasarkan jumlah koma + 1. Jangan lupa set baud rate yang sama antara kode dan plotter.

5. Library Manager & Managing Dependencies

Library Manager adalah fitur bawaan Arduino IDE yang memudahkan instalasi, pembaruan, dan pengelolaan library pihak ketiga. Dengan ribuan library tersedia, Anda tidak perlu lagi mengunduh dan menyalin manual ke folder library.

5.1 Cara Mengakses Library Manager

  1. Buka menu Sketch → Include Library → Manage Libraries...
  2. Atau gunakan Ctrl + Shift + I
  3. Jendela Library Manager akan terbuka dengan daftar library yang bisa dicari

5.2 Mencari dan Menginstal Library

  1. Ketik nama library di kolom pencarian (misal: "DHT", "PubSubClient", "Wire")
  2. Filter hasil berdasarkan: Type, Topic, Architecture
  3. Pilih library yang diinginkan dari hasil pencarian
  4. Pilih versi yang ingin diinstal (disarankan: versi terbaru)
  5. Klik Install
âš ī¸ Hati-hati dengan Dependencies

Banyak library memiliki dependensi (library lain yang dibutuhkan). Saat menginstal library, Arduino IDE akan menampilkan popup jika ada dependensi yang belum terinstal. Selalu pilih "Install all" agar semua dependensi terinstal dengan benar.

5.3 Contoh Library Populer untuk IoT

Nama Library Fungsi Oleh
PubSubClientMQTT ClientNick O'Leary
DHT sensor librarySensor suhu DHT11/DHT22Adafruit
WiFiManagerKonfigurasi WiFi captive portaltablatronix
ArduinoJsonParsing & pembuatan JSONBenoit Blanchon
FastLEDKontrol LED WS2812/NeoPixelFastLED
TFT_eSPIDisplay TFT LCDBodmer
PubSubClientMQTT untuk ESP32/ESP8266Nick O'Leary
ESPAsyncWebServerWeb server async ESP32me-no-dev

5.4 Mengelola Library yang Sudah Terinstal

Di bagian bawah Library Manager, terdapat tab "INSTALLED" yang menampilkan semua library yang sudah terinstal di sistem Anda. Dari sini Anda bisa:

6. PlatformIO sebagai Alternatif

Jika Anda mencari alternatif yang lebih powerful untuk Arduino IDE, PlatformIO adalah pilihan terbaik. PlatformIO adalah ekosistem pengembangan profesional yang tersedia sebagai ekstensi VS Code atau IDE mandiri (PlatformIO IDE).

6.1 Kelebihan PlatformIO vs Arduino IDE

Fitur Arduino IDE 2.x PlatformIO
IDEAplikasi standaloneVS Code extension atau mandiri
Multi-projectTerbatas (1 folder)✅ Full workspace management
Sistem BuildArduinoMulti-platform (Arduino, ESP-IDF, Zephyr)
Dependency ManagerLibrary Manager✅ lib_deps di platformio.ini
Unit Testing❌ Tidak ada✅ Built-in test framework
CI/CD Integration❌ Sulit✅ GitHub Actions, Travis CI
MonitoringSerial Monitor✅ Serial Monitor + Device Monitor + OTA
Board Support~200 board✅ 1000+ board

6.2 Instalasi PlatformIO

  1. Install Visual Studio Code dari https://code.visualstudio.com
  2. Buka VS Code, klik ikon Extensions (Ctrl + Shift + X)
  3. Cari "PlatformIO IDE"
  4. Klik Install pada ekstensi resmi oleh PlatformIO
  5. Tunggu instalasi selesai (termasuk download core dan CLI)
  6. Restart VS Code jika diminta

6.3 Struktur Proyek PlatformIO

Struktur Folder Proyek PlatformIO
my-project/
├── platformio.ini         ◄── Konfigurasi proyek (board, framework, libs)
├── src/
│   └── main.cpp           ◄── Kode utama (gantikan .ino)
├── include/
│   └── my_header.h        ◄── Header file custom
├── lib/
│   └── MyLibrary/         ◄── Library lokal proyek
└── test/
    └── test_main.cpp      ◄── Unit test
INI — platformio.ini
; Contoh konfigurasi PlatformIO untuk ESP32
[env:esp32dev]
platform = espressif32
board = esp32dev
framework = arduino
monitor_speed = 115200
lib_deps = 
    knolleary/PubSubClient@^2.8
    bblanchon/ArduinoJson@^7.0.0
â„šī¸ Kapan Gunakan PlatformIO?

Gunakan PlatformIO jika proyek Anda memiliki banyak file, membutuhkan testing, membutuhkan multi-board, atau Anda ingin integrasi CI/CD. Gunakan Arduino IDE untuk proyek sederhana, belajar, atau prototyping cepat.

7. Tips & Trik: Shortcut, Custom Board, OTA Update

Berikut tips dan trik untuk memaksimalkan penggunaan Arduino IDE 2.x dalam pengembangan proyek IoT.

7.1 Shortcut Keyboard Penting

Shortcut Fungsi
Ctrl + RVerify / Kompilasi sketch
Ctrl + UUpload sketch ke board
Ctrl + Shift + MBuka Serial Monitor
Ctrl + Shift + LBuka Serial Plotter
Ctrl + Shift + IBuka Library Manager
Ctrl + Shift + BBuka Boards Manager
Ctrl + Shift + DStart Debugging
Ctrl + ,Preferences / Pengaturan
Ctrl + NBuat sketch baru
Ctrl + OBuka sketch
Ctrl + SSimpan sketch
Ctrl + TBuka file baru sebagai tab
Ctrl + FCari teks dalam sketch
Ctrl + HCari dan ganti teks

7.2 Custom Board Definitions

Untuk board yang tidak tersedia di Board Manager, Anda bisa menambahkan custom board definition. Ini berguna untuk board DIY atau prototipe khusus.

JSON — boards.txt custom entry
// Tambahkan di folder board custom:
// File → Preferences → Sketchbook Location → boards/myboard/

// Isi file boards.txt:
myboard.name=My Custom Board
myboard.vid.0=0x2341
myboard.pid.0=0x0043
myboard.upload.tool=esptool
myboard.upload.speed=921600
myboard.build.mcu=esp32
myboard.build.f_cpu=24000000L
myboard.build.variant=esp32
myboard.build.board=ESP32_DEV

7.3 Over-The-Air (OTA) Update

OTA memungkinkan upload firmware tanpa kabel USB melalui jaringan WiFi. Ini sangat berguna untuk device yang sudah terpasang di lokasi yang sulit dijangkau.

C++ — ota_example.ino
// Contoh OTA Update untuk ESP32
// IoTHub - https://iothub.id

#include <WiFi.h>
#include <ArduinoOTA.h>

const char* ssid = "WiFi_Saya";
const char* password = "password123";

void setup() {
  Serial.begin(115200);

  // Koneksi WiFi
  WiFi.begin(ssid, password);
  while (WiFi.status() != WL_CONNECTED) {
    delay(500);
    Serial.print(".");
  }
  Serial.println("\nWiFi terhubung!");
  Serial.print("IP Address: ");
  Serial.println(WiFi.localIP());

  // Inisialisasi OTA
  ArduinoOTA.setHostname("esp32-iot-device");
  ArduinoOTA.onStart([]() {
    Serial.println("OTA dimulai...");
  });
  ArduinoOTA.onEnd([]() {
    Serial.println("\nOTA selesai!");
  });
  ArduinoOTA.onProgress([](unsigned int progress, unsigned int total) {
    Serial.printf("Progress: %u%%\r", (progress / (total / 100)));
  });
  ArduinoOTA.onError([](ota_error_t error) {
    Serial.printf("Error[%u]: ", error);
  });
  ArduinoOTA.begin();
  Serial.println("OTA siap!");
}

void loop() {
  ArduinoOTA.handle();
  // Kode aplikasi Anda...
  delay(1000);
}
💡 Tips OTA

Setelah mengupload sketch OTA pertama kali via USB, Anda bisa upload berikutnya via WiFi dari menu Tools → Port — perangkat ESP32 yang sama akan muncul di jaringan local. Pastikan komputer dan ESP32 berada di jaringan WiFi yang sama.

8. Troubleshooting Umum

Berikut masalah umum yang sering dihadapi pengguna Arduino IDE 2.x beserta solusinya.

Port COM Tidak Ditemukan (Port Not Found)

🔴 Masalah Umum #1

Gejala: Menu Port di Tools → Port kosong atau board tidak terdeteksi sama sekali.

Solusi:

  • Pastikan kabel USB yang digunakan adalah kabel data, bukan kabel charging murni
  • Instal driver USB yang sesuai: CP2102 (Silicon Labs) atau CH340 (WCH)
  • Coba kabel USB lain atau port USB berbeda
  • Di Windows, buka Device Manager → cek apakah board muncul di "Ports (COM & LPT)"
  • Di Linux, jalankan ls /dev/tty* untuk memverifikasi deteksi device

Upload Gagal: "Failed to Connect" / "Serial Port Busy"

🔴 Masalah Umum #2

Gejala: Proses upload stuck di "Connecting..." atau muncul error "Serial port busy".

Solusi:

  • Tutup Serial Monitor terlebih dahulu sebelum upload — ini penyebab paling umum
  • Tahan tombol BOOT pada board ESP32 saat upload dimulai
  • Nonaktifkan program lain yang mungkin menggunakan port COM (terminal, PuTTY, dll)
  • Di Windows, coba restart Device Manager atau restart komputer

Library Tidak Dikenali / Error "No such file or directory"

âš ī¸ Masalah Umum #3

Gejala: Kompilasi gagal dengan error bahwa library tidak ditemukan.

Solusi:

  • Pastikan library sudah terinstal via Library Manager
  • Cek Sketch → Include Library — pastikan library sudah ada di daftar
  • Hapus folder cache di AppData\Local\Arduino15 (Windows) lalu restart IDE
  • Uninstall dan install ulang library melalui Library Manager

Kompilasi Lambat di Arduino IDE 2.x

âš ī¸ Masalah Umum #4

Gejala: Proses kompilasi sangat lambat, bahkan untuk sketch sederhana.

Solusi:

  • Hapus cache kompilasi: Sketch → Export compiled Binary lalu hapus folder build
  • Pastikan komputer memiliki RAM minimal 4 GB (disarankan 8 GB)
  • Nonaktifkan antivirus sementara saat kompilasi (antivirus sering memindai file compiler)
  • Gunakan SSD bukan HDD untuk folder sketchbook

Troubleshooting Quick Reference

Gejala Penyebab Solusi
Port tidak muncul Driver tidak terinstal / kabel charging Instal driver CH340/CP2102, gunakan kabel data
Upload timeout Serial Monitor terbuka / bootloader Tutup Serial Monitor, tahan tombol BOOT
Sketch terlalu besar Flash memory penuh Hapus library tidak terpakai, optimasi kode
Board reset berulang Watchdog timeout / stack overflow Cek loop(), tambah delay(), kurangi recursive
Debugger tidak jalan Board tidak mendukung JTAG debug Gunakan board dengan debug support (ESP32-S3, Arduino Zero)
Auto-complete lambat RAM terbatas / banyak library Tutup aplikasi lain, restart IDE

9. Quiz: Uji Pemahamanmu!

Setelah membaca tutorial di atas, jawablah 5 pertanyaan berikut untuk menguji pemahamanmu tentang Arduino IDE 2.x:

Pertanyaan 1: Fitur baru apa yang TIDAK dimiliki Arduino IDE 1.x tetapi ada di Arduino IDE 2.x?

a) Serial Monitor
b) Auto-complete (Code Completion)
c) Library Manager
d) Sketch Upload

Pertanyaan 2: Shortcut keyboard apa yang digunakan untuk membuka Serial Plotter di Arduino IDE 2.x?

a) Ctrl + Shift + M
b) Ctrl + Shift + L
c) Ctrl + Shift + P
d) Ctrl + Shift + S

Pertanyaan 3: URL mana yang benar untuk menambahkan board ESP32 ke Board Manager?

a) https://raw.githubusercontent.com/espressif/arduino-esp32/gh-pages/package_esp32_index.json
b) https://github.com/arduino/esp32/raw/master/package.json
c) https://esp32.com/download/package_esp32.json
d) https://downloads.arduino.cc/esp32/packages.json

Pertanyaan 4: PlatformIO adalah alternatif untuk Arduino IDE. Di mana PlatformIO berjalan?

a) Sebagai aplikasi standalone yang terpisah dari editor
b) Hanya berjalan di Windows
c) Sebagai ekstensi VS Code atau IDE mandiri
d) Hanya berjalan di command line (CLI)

Pertanyaan 5: Masalah "Serial port busy" saat upload ke ESP32 biasanya disebabkan oleh apa?

a) Koneksi WiFi yang lemah
b) Serial Monitor yang masih terbuka dan menggunakan port COM
c) Library yang belum terinstal
d) Versi Arduino IDE yang terlalu baru
← Sebelumnya Deep Sleep ESP32 Selanjutnya → Node-RED untuk IoT